Langsung ke konten utama

Sariawan Kok Makin Banyak Saat Stres? Kenali 5 Tandanya dari Mulut Kamu!

Perempuan memegang dan makan permen
Photo by Elsa Olofsson on Unsplash

Lagi minggu-minggu ujian, handle banyak tugas… hectic banget nggak sih? Mayoritas dari hari-hari yang padat, ada satu kejadian kecil tapi bikin bingung. Surprisingly, aku alami terus-menerus.

Saat makan, aku suka tiba-tiba kegigit bagian dalam mulut, dan bukan sekali dua kali, tapi berkali-kali di titik yang sama. Lama-lama jadi sariawan. Bahkan, bisa sampai tiga di tempat berbeda!

Awalnya kupikir cuma kurang hati-hati atau lupa pakai obat kumur. Tapi lama-lama mikir, “ini kenapa ya?” Karena penasaran, aku cari tahu dan ternyata itu mungkin sinyal dari tubuh.

Yap, salah satu efek stres adalah munculnya reaksi di tubuh, entah itu jerawat, gatal, sampai luka di mulut seperti sariawan.

Kenapa sering sariawan saat stres, ya? 

Apakah ini cuma mitos, atau memang ada penjelasan ilmiahnya? 

Nah, di artikel ini bakal kupas tuntas soal hubungan stres dan kesehatan mulut dari sisi psikologi.

Yuk bongkar bareng di sini!

Kenapa Sering Sariawan Saat Stres? Ini Kata Psikologi.

Menurut penelitian dari Ship JA et al. (1996), stres emosional terbukti berdampak langsung ke rongga mulut. 

Kok bisa? Ini penjelasan singkatnya:
  • Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol secara berlebihan
  • Kortisol tinggi (hormon stres) menurunkan ketahanan tubuh kita (termasuk di mulut)
  • Akibatnya, luka kecil seperti tergigit jadi lebih mudah terbentuk & lebih lama sembuh
Ini bukan sekadar mitos ya..

Ilmu yang mempelajari hubungan antara stres, sistem saraf, dan daya tahan tubuh disebut psikoneuroimunologi. Efeknya nyata bisa muncul pada kulit sampai rongga mulut. 


Sekarang, kamu udah tahu nih alasan dibalik munculnya sariawan saat kamu stres. 

Apa aja sih tanda-tandanya? Apakah bisa kamu notice tandanya di dalam mulutmu? 

Scroll terus ke bawah ya..

Kenali 5 Tanda - tanda Sariawan Saat Stres di Mulut Kamu!

Wanita mengompres pipi kiri dengan kantung es untuk meredakan sakit gigi
Photo by engin akyurt on Unsplash

1. Sariawan Muncul Berulang di Tempat yang Sama

Salah satu ciri khas dari sariawan akibat stres adalah munculnya luka kecil di area yang sama, bahkan setelah sembuh. Ini bukan cuma masalah kesehatan mulut biasa. 

Saat kamu stres, sistem imun menurun dan bikin jaringan di dalam mulut lebih mudah iritasi atau tergigit secara refleks. Ini bisa jadi alarm dari tubuhmu yang capek mental dan fisik, tapi kamu terus memaksa produktif. 

2. Sariawan Muncul Mendadak Tanpa Luka atau Gigitan

Biasanya, kita pikir sariawan itu akibat kegigit pas makan. Tapi kalau kamu merasa gak kegigit apa-apa dan tiba-tiba muncul luka di mulut, bisa jadi pemicunya adalah stres emosional. 

Ini termasuk kondisi psikosomatik, di mana stres mewujudkan dirinya dalam bentuk gejala fisik, termasuk di area mulut.

3. Kamu Sering Mengigit Dinding dalam Pipi atau Lidah

Refleks ini kadang gak disadari. Saat kamu gugup, khawatir, atau tegang, kamu bisa tanpa sadar menggigit bagian dalam pipi atau lidah. Gigitannya kecil, tapi bisa berulang dan menimbulkan sariawan.

Hal ini terjadi karena otot wajah tegang saat stres. Akhirnya, gerakan rahang dan otot jadi gak seimbang. 

Kalau kamu sering mengalami ini, coba cek lagi apakah kamu sedang berada dalam tekanan, baik dari pekerjaan, hubungan, atau masalah pribadi.

4. Napas Mulai Bau dan Mulut Terasa Asam

Ini bukan cuma soal gak pakai obat kumur. Saat stres, produksi air liur bisa menurun karena efek hormonal. Akibatnya, mulut jadi kering.

Karena kering ini, sariawan mudah muncul, dan bakteri jahat berkembang lebih cepat. Ini bisa menyebabkan bau mulut dan rasa asam di lidah.

Kalau kamu merasa kondisi kesehatan mulut makin gak enak, coba evaluasi juga kondisi emosionalmu. Mungkin ini alarm bahwa kamu butuh istirahat, bukan sekadar ganti pasta gigi.

5. Mood Naik-Turun Pasca Sariawan Muncul

Efek sariawan bukan hanya fisik, tapi juga emosional. Apalagi kalau muncul pas kamu harus menghadapi minggu ujian, bikin vidio buat tugas kuliah, atau ingin banget makan makanan favorit. 

Akibatnya, kamu bisa merasa frustasi, bad mood, bahkan menarik diri dari aktivitas sosial. Siklus ini bisa memperparah stres dan bikin sariawan makin sulit sembuh.

Jadi bukan cuma sariawan bikin stres, tapi stres juga bikin sariawan. Sebuah siklus yang harus dihentikan dengan perawatan dirimu baik, secara fisik maupun mental.

Jadi..

Jawabannya karena tubuh dan pikiran saling terhubung. 

Saat kamu tertekan, hormon stres memengaruhi sistem imun dan kondisi mulut. 

Mulai dari sariawan yang sering muncul, mulut kering, hingga gusi sensitif, semuanya bisa jadi sinyal bahwa kamu butuh pause sejenak.

Mulai sekarang, kalau kamu mengalami sariawan berulang, apalagi tanpa sebab yang jelas, jangan hanya cari obat luar. 

Coba tanyakan ke diri sendiri: “Aku lagi stres gak, ya?”

"Menjaga kesehatan mulut juga berarti menjaga kesehatan mental."

Pernah ngalamin hal serupa? Atau punya trik sendiri buat atasi sariawan pas stres? Ceritain di kolom komentar ya! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja Buat Obat Sedih? Coba Cara Baru Lewat Emotional Budgeting!

Photo by Katie Harp on Unsplash ‘Aku Pantas Bahagia’ /Checkout Boneka Labubu/  ‘Capeknya.. Habis WFH 3 Jam.. Perlu order makanan viral nih!’ Kalau kamu pernah mengalami hal-hal diatas? Aku sih iya! Fenomena itu  tanpa sadar kita melakukan berkali-kali. Itu disebut sebagai emotional spending, belanja karena emosi, bukan kebutuhan. Sesekali sih nggak masalah. Tapi kalau jadi kebiasaan harian yang bikin dompet megap-megap di akhir bulan. Rethink it, bestie! Gimana sih caranya tetap kasih diri ini self reward dan dompet tetap sehat ? Jawabannya.. Emotional budgeting. Penasaran tentang Emotional Budgeting?  Tenang.. Artikel ini bakal bahas kenapa emotional budgeting itu penting, tanda kalau kamu udah perlu terapin, sampai cara praktis dan gampang untuk diaplikasikan ke pengelolaan keuanganmu.  Baca terus sampai habis yaa! Kenapa Emotion...

Senyum Lebar vs Senyum Kalem: Mana yang Lebih Menarik?

Photo by Zhuo Cheng you on Unsplash Setiap orang punya senyum dengan charm yang berbeda-beda. Mungkin senyum kelihatan gigi agar terkesan ceria atau senyum tanpa terlihat gigi berasa lagi senyum karir. Kamu pernah bandingin foto selfiemu yang seyum lebar dengan senyum kalem, kemudian mikir.. “Kok aku senyum kelihatan giginya agak memaksa ya?” “Senyum yang gak kelihatan gigi terlihat kalem sih.. Kayak berasa kaku banget.” Faktanya cara kamu senyum lebar kelihatan gigi dengan senyum kalem tanpa kelihatan gigi bisa punya vibe yang beda banget di mata orang lain. Kamu penasaran gak sih? Kenapa bisa gitu? Yuk, kita kulik bareng dari kata psikologi senyum di artikel ini! 

5 Cara Bangun Emergency Fund Buat Gen Z

Photo by Aconitum on Unsplash “Self-care itu me time & journaling.” Buat Gen Z, ini bukan cuma kalimat manis, tapi bentuk nyata peduli sama diri sendiri di tengah dunia yang makin ribet. Sayangnya, dari sekian banyak jenis self-care, masih jarang yang masukin financial care ke dalam daftar mereka. Padahal tekanan ekonomi, inflasi, dan hustle culture udah jadi realita sehari-hari. Menurut survei Bankrate (2023) , cuma 44% Gen Z yang punya emergency fund cukup buat tiga bulan ke depan. Artinya? Banyak yang sadar pentingnya, tapi belum mulai jalanin. Kalau kamu udah rutin journaling dan skincare-an, mungkin sekarang waktunya nambah satu list lagi aka bangun Emergency Fund buatmu Gen Z. Karena artikel ini bakal bahas 5 cara simpel yang bisa bantu kamu mulai dari sekarang. Gen Z Tahu Harus Nabung, Tapi Minim Eksekusi Gen Z sering disebut sebagai genera...

Kenalan Sama Cashless Anxiety Yang Bikin Cemas Para Gen Z

Photo by SumUp on Unsplash Dulu sebelum hangout bareng besti, pasti cek saldo e-wallet atau mobile banking dulu biar aman pas bayar. Belum lagi cek speed test internet supaya transaksi nggak lama. Bakalan deg-degan banget kalau pembayaran loading, apalagi antrean di belakang udah mengular.  Bagi Gen Z yang hidupnya udah bergantung sama pembayaran digital. Semua pembayaran dari parkir, jajan, sampai belanja kecil pun lewat smartphone.  Nah... dari sinilah awal munculnya cashless anxiety. Karena terbiasa merasa aman dengan  cashless , Gen Z jadi panik saat ketemu tempat yang cuma terima uang tunai. Jadi kebiasaan nanya dulu sebelum beli: “Bisa bayar pakai QRIS?” “Terima GOPAY, DANA, atau ShopeePay, nggak?” Perilaku ini bakal jadi tanda awal cashless anxiety.  Yuk kenalan sama cashless anxiety, kenapa bisa muncul, dampaknya sampai cara...

Kenapa Financial Anxiety Bisa Bikin KIta Capek Mental?

Photo by Nik on Unsplash Siapa nih yang udah mulai deg-degan tiap masuk minggu gajian? cek rekening,  cek e-mail,  cek mutasi bank, padahal cuma mau lihat apakah saldo masih aman atau ada cicilan yang tiba-tiba nongol. Kalau kamu sering ngerasain hal itu, mungkin itu  financial anxiety . Fenomena ini bikin kondisi pikiran kita terus membayangkan uang akan “hilang,” anggaran bakal jebol, atau status finansial tiba-tiba kacau. Masalahnya, semua itu sering kali cuma ada di kepala . Kalau dibiarkan, financial anxiety bisa bikin kamu capek duluan sebelum akhir bulan. Nah, artikel ini akan bahas kenapa kecemasan ini muncul, apa dampaknya, dan gimana cara praktis buat mengatasinya biar hidup (dan dompet) terasa lebih ringan. Yuk, lanjut baca 👇 Kenapa Financial Anxiety Bakal Bikin Kita Capek Mental? ...