Langsung ke konten utama

Kenapa Banyak Orang Takut ke Dokter Gigi? Kenalan Sama Dental Anxiety dan Cara Mengatasinya

Ekspresi ketakutan dokter gigi perempuan
Photo by siamak poorjam on Unsplash

Pernah nggak sih kamu merasa cemas banget padahal cuma periksa gigi? 

Mulai dari rumah, sampai ruang tunggu, kamu sudah deg-degan duluan. Suara seperti bor dari ruangan sebelah bikin ingin kabur, dan aroma khas klinik gigi justru bikin mual, bukan tenang.

Rasa takut ke dokter gigi bukan hal sepele. Banyak orang dewasa yang menghindari, bisa dari pengalaman buruk di masa kecil, ketakutan akan rasa sakit, atau bahkan karena rasa tidak nyaman saat berada di ruang praktik.

Tenang, kamu nggak sendiri.

Aku pun pernah mengalami hal serupa sampai penasaran apakah ketakutan itu bisa dijelaskan secara ilmiah, ternyata bisa. Namanya itu Dental Anxiety!

Nah, artikel ini bakal bahas pengalaman rasa takut ke dokter gigi, apa itu dental anxiety menurut psikologi, dan gimana cara mengatasinya. 

Yuk, kita kenali dan atasi bareng-bareng!

Sapu Tangan Penyelamatku Setiap Ke Dokter Gigi

Sewaktu kecil, setiap kali ke dokter gigi, aku punya satu "ritual" yaitu, bawa sapu tangan panjang.

Kenapa?

Karena setiap melihat alat-alat dokter gigi, aku langsung panik dan takut duluan. Bahkan sebelum tindakan dimulai. Jadi, aku memilih untuk menutupi mata sepanjang prosedur, entah itu cabut gigi atau pembersihan. Pokoknya jangan sampai lihat!

Aku penasaran, kenapa hal itu bisa terjadi? 

Apa sih alasannya?

Apakah bisa dijelaskan secara ilmiah?

Ternyata ada!

Setelah bertahun-tahun, aku akhirnya tahu bahwa ini bukan sekadar "lebay" atau "manja". Ada penjelasan psikologis yang nyata, yaitu Dental Anxiety.

Apa Itu Dental Anxiety Menurut Psikologi?

Di klinik gigi, ini merupakan alat yang mengeluarkan air guna untuk mengisi air digelas untuk berkumur
Photo by Blogging Guide on Unsplash

Dental anxiety adalah bentuk kecemasan atau ketakutan berlebihan terhadap prosedur perawatan gigi. Ini bisa terjadi jauh sebelum tindakan dilakukan, bahkan hanya dari membayangkannya saja. 

Berdasarkan pengalaman yang sudah diceritakan di atas, bisa terjadi karena rasa takut yang dipelajari melalui pengalaman atau dalam Psikologi disebut dengan istilah ‘Classical Conditioning’

Apa itu maksudnya ‘dipelajari dari pengalaman’?

Nah, misalnya, pernah merasakan sakit waktu periksa gigi, lalu setiap kali ke dokter gigi, udah bisa merasakan sakitnya padahal belum ada tindakan apa-apa. Karena otak secara  otomatis menghubungkan dengan rasa sakit yang pernah dialami sebelumnya. 

Berdasarkan pengalamanku itu terjadi di masa kanak-kanak, apakah kalau orang dewasa sudah gak mengalami Dental Anxiety? Eits.. belum tentu!

Yuk, bahas!

Mengapa Orang Dewasa Masih Mengalami Dental Anxiety?

Kita cenderung berpikir bahwa takut ke dokter gigi cuma terjadi pada anak-anak. Padahal, orang dewasa juga sangat rentan mengalami dental anxiety, terutama jika:

  • Pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan di masa kecil terkait dokter gigi
  • Tidak punya pengalaman positif dengan dokter gigi saat dewasa
  • Merasa kehilangan kontrol saat dirawat
  • Malu karena kondisi gigi yang buruk
  • Takut dihakimi oleh dokter atau tenaga medis
Faktanya, sebuah studi oleh Armfield, Spencer & Stewart (2006) menemukan kalau sekitar 16% orang dewasa memiliki tingkat kecemasan sedang hingga tinggi sama perawatan gigi.

Jadi, Dental Anxiety ini bisa terjadi pada masa kanak-kanak hingga masa dewasa. Kalau segala usia bisa punya potensi untuk mengalaminya, bagaimana cara mengatasi nya ya?

Cara Mengatasi Dental Anxiety

1. Notice sama Pemicu nya
Cari tahu, apakah kamu takut karena alatnya, suasana ruangannya, atau pengalaman buruk di masa lalu.

2. Relaks, Tarik Napas, Buang
Coba buat badanmu relaks dan senyaman mungkin di kursi atau tempat kamu berada saat menunggu giliran. Kemudian perlahan tarik napas, tahan sambil hitung 1-4, lalu buang melalui mulutmu. Kamu bisa lakukan sebelum perawatan gigi atau ketika lagi dalam perjalanan.

3. Kasih Tahu ke Orang Terdekat atau Dokter Gigi mu
Kamu boleh banget kasih tahu dokter gigimu, atau minta tolong rekan yang temenin ke dokter gigi untuk sampaikan keadaanmu. Karena dokter gigi yang profesional akan mengerti dan memberikan pendekatan lebih pelan dan suportif.

4. Ajak Temen, Jangan Sendirian
Kehadiran teman, keluarga, atau orang yang kamu percayai bisa membantu meredakan rasa cemas, terutama saat menunggu giliran.

5. Pilih Klinik yang Paham Dental Anxiety
Banyak klinik sekarang memiliki pendekatan khusus, seperti musik tenang, pencahayaan lembut, atau bahkan sedasi ringan (bius sadar).

6. Pertimbangkan Bantuan Profesional
Jika rasa cemas sudah sangat mengganggu, kamu bisa hubungi profesional atau minta tolong rekanmu untuk melakukannya untukmu. Jangan sungkan yaa..

Kapan Harus Ke Klinik atau Dokter Spesialis Dental Anxiety?

Kalau kamu:
  • Sering membatalkan janji dokter gigi di menit terakhir
  • Merasa panik atau ingin menangis saat menunggu giliran
  • Menghindari periksa gigi bertahun-tahun karena rasa takut
  • Sampai mengalami gangguan tidur atau mual sebelum hari H
…maka sudah saatnya mencari bantuan profesional. Kamu bisa:
  • Cari klinik gigi yang menyediakan sedasi atau perawatan minimal invasif
  • Pilih dokter gigi yang sabar dan memiliki pendekatan psikologis
  • Konsultasikan dengan psikolog atau psikiater jika anxiety sudah mengganggu kehidupan sehari-hari

Kamu Nggak Sendiri, dan Solusinya Ada

Takut ke dokter gigi bukanlah kelemahan. Banyak orang dewasa mengalaminya, dan rasa takut itu valid. Namun, jangan biarkan Dental Anxiety itu merusak kesehatan gigimu. 

Mulai dari memahami penyebabnya dan mencari solusi yang tepat, kamu bisa melewati rasa cemas itu sedikit demi sedikit.

Ingat, kamu berhak mendapatkan perawatan yang tidak hanya menyembuhkan gigi, sembari menjaga kenyamanan mentalmu.

Kalau kamu pernah punya pengalaman serupa atau ''ritual" sebelum mulai ke dokter gigi. 

Yuk share di kolom komentar. Siapa tahu bisa saling bantu. 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja Buat Obat Sedih? Coba Cara Baru Lewat Emotional Budgeting!

Photo by Katie Harp on Unsplash ‘Aku Pantas Bahagia’ /Checkout Boneka Labubu/  ‘Capeknya.. Habis WFH 3 Jam.. Perlu order makanan viral nih!’ Kalau kamu pernah mengalami hal-hal diatas? Aku sih iya! Fenomena itu  tanpa sadar kita melakukan berkali-kali. Itu disebut sebagai emotional spending, belanja karena emosi, bukan kebutuhan. Sesekali sih nggak masalah. Tapi kalau jadi kebiasaan harian yang bikin dompet megap-megap di akhir bulan. Rethink it, bestie! Gimana sih caranya tetap kasih diri ini self reward dan dompet tetap sehat ? Jawabannya.. Emotional budgeting. Penasaran tentang Emotional Budgeting?  Tenang.. Artikel ini bakal bahas kenapa emotional budgeting itu penting, tanda kalau kamu udah perlu terapin, sampai cara praktis dan gampang untuk diaplikasikan ke pengelolaan keuanganmu.  Baca terus sampai habis yaa! Kenapa Emotion...

Senyum Lebar vs Senyum Kalem: Mana yang Lebih Menarik?

Photo by Zhuo Cheng you on Unsplash Setiap orang punya senyum dengan charm yang berbeda-beda. Mungkin senyum kelihatan gigi agar terkesan ceria atau senyum tanpa terlihat gigi berasa lagi senyum karir. Kamu pernah bandingin foto selfiemu yang seyum lebar dengan senyum kalem, kemudian mikir.. “Kok aku senyum kelihatan giginya agak memaksa ya?” “Senyum yang gak kelihatan gigi terlihat kalem sih.. Kayak berasa kaku banget.” Faktanya cara kamu senyum lebar kelihatan gigi dengan senyum kalem tanpa kelihatan gigi bisa punya vibe yang beda banget di mata orang lain. Kamu penasaran gak sih? Kenapa bisa gitu? Yuk, kita kulik bareng dari kata psikologi senyum di artikel ini! 

5 Cara Bangun Emergency Fund Buat Gen Z

Photo by Aconitum on Unsplash “Self-care itu me time & journaling.” Buat Gen Z, ini bukan cuma kalimat manis, tapi bentuk nyata peduli sama diri sendiri di tengah dunia yang makin ribet. Sayangnya, dari sekian banyak jenis self-care, masih jarang yang masukin financial care ke dalam daftar mereka. Padahal tekanan ekonomi, inflasi, dan hustle culture udah jadi realita sehari-hari. Menurut survei Bankrate (2023) , cuma 44% Gen Z yang punya emergency fund cukup buat tiga bulan ke depan. Artinya? Banyak yang sadar pentingnya, tapi belum mulai jalanin. Kalau kamu udah rutin journaling dan skincare-an, mungkin sekarang waktunya nambah satu list lagi aka bangun Emergency Fund buatmu Gen Z. Karena artikel ini bakal bahas 5 cara simpel yang bisa bantu kamu mulai dari sekarang. Gen Z Tahu Harus Nabung, Tapi Minim Eksekusi Gen Z sering disebut sebagai genera...

Kenalan Sama Cashless Anxiety Yang Bikin Cemas Para Gen Z

Photo by SumUp on Unsplash Dulu sebelum hangout bareng besti, pasti cek saldo e-wallet atau mobile banking dulu biar aman pas bayar. Belum lagi cek speed test internet supaya transaksi nggak lama. Bakalan deg-degan banget kalau pembayaran loading, apalagi antrean di belakang udah mengular.  Bagi Gen Z yang hidupnya udah bergantung sama pembayaran digital. Semua pembayaran dari parkir, jajan, sampai belanja kecil pun lewat smartphone.  Nah... dari sinilah awal munculnya cashless anxiety. Karena terbiasa merasa aman dengan  cashless , Gen Z jadi panik saat ketemu tempat yang cuma terima uang tunai. Jadi kebiasaan nanya dulu sebelum beli: “Bisa bayar pakai QRIS?” “Terima GOPAY, DANA, atau ShopeePay, nggak?” Perilaku ini bakal jadi tanda awal cashless anxiety.  Yuk kenalan sama cashless anxiety, kenapa bisa muncul, dampaknya sampai cara...

Kenapa Financial Anxiety Bisa Bikin KIta Capek Mental?

Photo by Nik on Unsplash Siapa nih yang udah mulai deg-degan tiap masuk minggu gajian? cek rekening,  cek e-mail,  cek mutasi bank, padahal cuma mau lihat apakah saldo masih aman atau ada cicilan yang tiba-tiba nongol. Kalau kamu sering ngerasain hal itu, mungkin itu  financial anxiety . Fenomena ini bikin kondisi pikiran kita terus membayangkan uang akan “hilang,” anggaran bakal jebol, atau status finansial tiba-tiba kacau. Masalahnya, semua itu sering kali cuma ada di kepala . Kalau dibiarkan, financial anxiety bisa bikin kamu capek duluan sebelum akhir bulan. Nah, artikel ini akan bahas kenapa kecemasan ini muncul, apa dampaknya, dan gimana cara praktis buat mengatasinya biar hidup (dan dompet) terasa lebih ringan. Yuk, lanjut baca 👇 Kenapa Financial Anxiety Bakal Bikin Kita Capek Mental? ...