Langsung ke konten utama

About

 About Almond Blossom

Selamat datang di Almond Blossom, sebuah ruang digital tempat fenomena sehari-hari bertemu dengan kacamata psikologi.

Nama ini tidak lahir begitu saja. Terinspirasi dari keindahan bunga Almond Blossom, blog ini membawa makna mendalam tentang harapan dan awal yang baru. Sebagaimana pohon almond yang mekar di awal Februari sebagai tanda musim semi yang akan datang. 

Almond Blossom hadir untuk memberikan kamu secercah insight & harapan baru di tengah riuhnya rutinitas.

Mengapa Almond Blossom?

Aku percaya bahwa setiap kejadian sederhana di sekitar kita memiliki makna tersembunyi. Inspirasi blog ini berakar dari tiga pilar besar:

  • Harapan Abadi (Mitologi): Seperti kisah Phyllis dan Demaphon dari Yunani Kuno, aku percaya pada kekuatan harapan yang tidak pernah padam.

  • Kelahiran Kembali (Seni): Terinspirasi dari karya ikonis Vincent van Gogh, lukisan cabang-cabang mekar dengan latar langit biru adalah simbol perayaan kehidupan. Aku ingin setiap tulisan di sini menemanimu merayakan proses pertumbuhan mental.

  • Keindahan Imajinasi (Budaya): Layaknya koleksi Dolce & Gabbana yang melihat dunia sebagai rangkaian cerita yang layak untuk digali keindahannya.

Apa yang Bisa Kamu Temukan di Sini?

Di sini, kamu diajak untuk berhenti sejenak dan berefleksi. Melalui pendekatan Psikologi, kita akan membedah fenomena sehari-hari ke dalam empat pilar utama:

  1. Mindset: Menjelajahi dunia batin dan cara kamu berpikir.

  2. Habit: Mengubah rutinitas dan lingkunganmu menjadi lebih bermakna.

  3. Finance: Memahami hubungan rumit antara uang dan emosi manusia.

  4. Behavior: Mengamati perilaku unik dan fakta menarik di sekitarmu.

Almond Blossom bukan sekadar blog kesehatan mental; ini adalah teman perjalanan untuk kamu yang sedang mencari jawaban, sedang bertumbuh, atau sekadar ingin memahami diri sendiri dengan lebih baik.

Mari mekar bersama dan temukan harapan di setiap cerita❤

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja Buat Obat Sedih? Coba Cara Baru Lewat Emotional Budgeting!

Photo by Katie Harp on Unsplash ‘Aku Pantas Bahagia’ /Checkout Boneka Labubu/  ‘Capeknya.. Habis WFH 3 Jam.. Perlu order makanan viral nih!’ Kalau kamu pernah mengalami hal-hal diatas? Aku sih iya! Fenomena itu  tanpa sadar kita melakukan berkali-kali. Itu disebut sebagai emotional spending, belanja karena emosi, bukan kebutuhan. Sesekali sih nggak masalah. Tapi kalau jadi kebiasaan harian yang bikin dompet megap-megap di akhir bulan. Rethink it, bestie! Gimana sih caranya tetap kasih diri ini self reward dan dompet tetap sehat ? Jawabannya.. Emotional budgeting. Penasaran tentang Emotional Budgeting?  Tenang.. Artikel ini bakal bahas kenapa emotional budgeting itu penting, tanda kalau kamu udah perlu terapin, sampai cara praktis dan gampang untuk diaplikasikan ke pengelolaan keuanganmu.  Baca terus sampai habis yaa! Kenapa Emotion...

Senyum Lebar vs Senyum Kalem: Mana yang Lebih Menarik?

Photo by Zhuo Cheng you on Unsplash Setiap orang punya senyum dengan charm yang berbeda-beda. Mungkin senyum kelihatan gigi agar terkesan ceria atau senyum tanpa terlihat gigi berasa lagi senyum karir. Kamu pernah bandingin foto selfiemu yang seyum lebar dengan senyum kalem, kemudian mikir.. “Kok aku senyum kelihatan giginya agak memaksa ya?” “Senyum yang gak kelihatan gigi terlihat kalem sih.. Kayak berasa kaku banget.” Faktanya cara kamu senyum lebar kelihatan gigi dengan senyum kalem tanpa kelihatan gigi bisa punya vibe yang beda banget di mata orang lain. Kamu penasaran gak sih? Kenapa bisa gitu? Yuk, kita kulik bareng dari kata psikologi senyum di artikel ini! 

5 Cara Bangun Emergency Fund Buat Gen Z

Photo by Aconitum on Unsplash “Self-care itu me time & journaling.” Buat Gen Z, ini bukan cuma kalimat manis, tapi bentuk nyata peduli sama diri sendiri di tengah dunia yang makin ribet. Sayangnya, dari sekian banyak jenis self-care, masih jarang yang masukin financial care ke dalam daftar mereka. Padahal tekanan ekonomi, inflasi, dan hustle culture udah jadi realita sehari-hari. Menurut survei Bankrate (2023) , cuma 44% Gen Z yang punya emergency fund cukup buat tiga bulan ke depan. Artinya? Banyak yang sadar pentingnya, tapi belum mulai jalanin. Kalau kamu udah rutin journaling dan skincare-an, mungkin sekarang waktunya nambah satu list lagi aka bangun Emergency Fund buatmu Gen Z. Karena artikel ini bakal bahas 5 cara simpel yang bisa bantu kamu mulai dari sekarang. Gen Z Tahu Harus Nabung, Tapi Minim Eksekusi Gen Z sering disebut sebagai genera...

Kenalan Sama Cashless Anxiety Yang Bikin Cemas Para Gen Z

Photo by SumUp on Unsplash Dulu sebelum hangout bareng besti, pasti cek saldo e-wallet atau mobile banking dulu biar aman pas bayar. Belum lagi cek speed test internet supaya transaksi nggak lama. Bakalan deg-degan banget kalau pembayaran loading, apalagi antrean di belakang udah mengular.  Bagi Gen Z yang hidupnya udah bergantung sama pembayaran digital. Semua pembayaran dari parkir, jajan, sampai belanja kecil pun lewat smartphone.  Nah... dari sinilah awal munculnya cashless anxiety. Karena terbiasa merasa aman dengan  cashless , Gen Z jadi panik saat ketemu tempat yang cuma terima uang tunai. Jadi kebiasaan nanya dulu sebelum beli: “Bisa bayar pakai QRIS?” “Terima GOPAY, DANA, atau ShopeePay, nggak?” Perilaku ini bakal jadi tanda awal cashless anxiety.  Yuk kenalan sama cashless anxiety, kenapa bisa muncul, dampaknya sampai cara...

Kenapa Financial Anxiety Bisa Bikin KIta Capek Mental?

Photo by Nik on Unsplash Siapa nih yang udah mulai deg-degan tiap masuk minggu gajian? cek rekening,  cek e-mail,  cek mutasi bank, padahal cuma mau lihat apakah saldo masih aman atau ada cicilan yang tiba-tiba nongol. Kalau kamu sering ngerasain hal itu, mungkin itu  financial anxiety . Fenomena ini bikin kondisi pikiran kita terus membayangkan uang akan “hilang,” anggaran bakal jebol, atau status finansial tiba-tiba kacau. Masalahnya, semua itu sering kali cuma ada di kepala . Kalau dibiarkan, financial anxiety bisa bikin kamu capek duluan sebelum akhir bulan. Nah, artikel ini akan bahas kenapa kecemasan ini muncul, apa dampaknya, dan gimana cara praktis buat mengatasinya biar hidup (dan dompet) terasa lebih ringan. Yuk, lanjut baca 👇 Kenapa Financial Anxiety Bakal Bikin Kita Capek Mental? ...