Langsung ke konten utama

Bukan Sekadar Magang! Pengalaman Berharga di Pena Penulis yang Mengubah Karierku

 Pengalaman Magang di PenaPenulis.com: Dari Wishlist hingga Realita

Penulis yang sedang melakukan freewriting di buku jurnalnya
Photo by Marcos Paulo Prado on Unsplash

Sebagai seseorang yang selalu rutin mengecek info lowongan kerja di bidang kepenulisan, saya tidak melewatkan setiap peluang. 

Eksplorasi berbagai info lowongan kerja demi mendapatkan pengalaman berharga sebagai content writer, copywriter, web content writer, atau SEO writer. 

Suatu hari, saya menemukan informasi menarik di akun Instagram @loker.penulis mengenai lowongan magang di Pena Penulis.

Informasi lowongan kerja penulis untuk magang di pena penulis
Instagram Lokerpenulis

Sebelum mendaftar, saya melakukan observasi lebih dalam mengenai visi, misi, serta tujuan dari akun Loker Penulis. Saya pun mengunjungi website resmi Pena Penulis, yaitu Penapenulis.com. 

Bertujuan untuk memahami jenis artikel yang mereka publikasikan. Dari sana, saya menganalisis beberapa artikel yang relevan agar dapat menyesuaikan portofolio saya dengan nilai dan tujuan Pena Penulis.

Saya memutuskan untuk mendaftar dan mengikuti proses seleksi yang ada. Setelah itu, saya mendapat pemberitahuan bahwa saya lolos tahap interview. 

Tak lama setelah itu, saya resmi menjadi bagian dari grup magang Pena Penulis batch 1. 

Kali ini, magang dibimbing oleh mentor sekaligus inisiator Pena Penulis dan Loker Penulis, Kak Mega Dinda Larasati (@megadindalarasati). 

Hari-hari magang saya pun dimulai dengan penuh semangat dan rasa penasaran tentang bagaimana saya dapat mengaplikasikan kemampuan menulis saya untuk berkontribusi positif.

Masih ada nih pengalaman-pengalaman unik lainnya dari magang di pena penulis! 

Penasaran? Simak bagian selanjutnya ya!

Apa sih itu Pena Penulis dan Loker Penulis?

Tampilan website pena penulis
Website Official Pena Penulis

Pena Penulis adalah platform yang berfokus pada dunia kepenulisan, khususnya bagi mereka yang ingin mengembangkan karier sebagai penulis profesional. 

Melalui website Penapenulis.com, platform ini menyediakan berbagai artikel edukatif seputar kepenulisan, SEO, teknik menulis yang efektif, serta tips dan trik bagi para penulis pemula maupun profesional. 

Selain itu, Pena Penulis juga terkadang membuka kesempatan magang bagi mereka yang ingin mendapatkan pengalaman langsung di industri konten digital dan banyak info mengenai kepenulisan nih bisa cek di akun instagramnya @redaksi.penapenulis

Akun Instagram Redaksi PenaPenulis
Akun Instagram Redaksi Penapenulis

Sementara itu, Loker Penulis adalah akun Instagram @loker.penulis yang bertujuan sebagai wadah informasi bagi para pencari kerja di bidang kepenulisan. 

Akun Instagram loker.penulis
Akun Instagram Loker Penulis

Akun ini secara rutin membagikan lowongan kerja untuk posisi seperti content writer, copywriter, SEO writer, dan berbagai profesi terkait lainnya. 

Melalui Loker Penulis, banyak penulis pemula maupun profesional dapat menemukan peluang kerja atau magang yang sesuai dengan keterampilan mereka.

Dengan adanya Pena Penulis dan Loker Penulis, para penulis mendapatkan akses ke informasi yang bermanfaat, kesempatan kerja yang relevan, serta pengalaman belajar yang lebih mendalam dalam dunia kepenulisan digital.

Bagi kamu yang tertarik memulai karir di industri kepenulisan, bisa banget cek ke akun instagramnya!

Adaptasi dan Pengalaman Berharga

Selama magang, tentu ada tantangan tersendiri, mulai dari adaptasi dengan sistem kerja hingga revisi yang harus dilakukan agar sesuai dengan standar Pena Penulis. 

Namun, saya merasa senang karena bisa mengeksplorasi berbagai gaya penulisan, tata bahasa, dan tone of voice yang berbeda dari yang biasa saya gunakan untuk platform pribadi. 

Salah satu pengalaman paling berharga adalah ketika saya mempelajari lebih dalam mengenai penulisan SEO. Sebelumnya, saya sudah menerapkan SEO pada beberapa artikel saya. 

Selama magang di Pena Penulis, saya belajar lebih banyak aspek teknis yang lebih mendetail, seperti optimasi keyword, pembuatan outline dan struktur artikel yang SEO-friendly.

Selain itu, saya juga mendapatkan rekan magang yang sangat menyenangkan. Salah satu di antaranya adalah Kak Anin, yang selalu membuat diskusi lebih seru. 

Jika kami mengalami kebingungan, kami bisa langsung bertanya kepada Kak Mega untuk mendapatkan solusi terbaik.

Lebih dari Sekadar Magang

Magang di Pena Penulis bukan hanya soal menyelesaikan tugas yang diberikan. Saya juga mendapatkan manfaat yang tidak terlihat secara langsung, seperti pengalaman bekerja dalam tim, meningkatkan kemampuan analisis artikel, serta memahami standar kepenulisan yang lebih profesional. 

Hal yang membanggakan, sebelum saya menyelesaikan masa magang di Pena Penulis, saya diterima sebagai Head of Content Writer di salah satu komunitas layanan kesehatan mental di Jawa Tengah. 

Kalau kamu penasaran bagaimana tulisan-tulisan yang ku hasilkan bisa banget nih meluncur ke website Pena Penulis.

Hal ini menjadi batu loncatan besar bagi saya, dari sebelumnya hanya seorang staf kini mendapat kepercayaan lebih dalam posisi kepemimpinan.

Sebagai bukti pengalaman magang ini, saya juga mendapatkan sertifikat magang dengan detail KPI, yang mencerminkan hasil kerja dan pencapaian saya selama program ini berlangsung.

Terima Kasih Pena Penulis!

Magang di Pena Penulis adalah pengalaman yang sangat berkesan dan memorable bagi saya. 

Awalnya hanya sekadar wishlist, kini saya bisa melihat nama saya tercantum sebagai penulis di sebuah website profesional. 

Terima kasih kepada Kak Mega atas bimbingan dan diskusi kepenulisan yang sangat mendalam. Tak lupa, terima kasih juga kepada Kak Anin yang selalu menghadirkan keseruan dalam setiap sesi diskusi.

Bagi teman-teman yang ingin mengembangkan keterampilan menulis dan memperdalam pengetahuan tentang dunia kepenulisan, saya sangat merekomendasikan untuk bergabung dengan Pena Penulis! 

Kunjungi Penapenulis.com untuk mengetahui lebih lanjut tentang platform ini dan berbagai peluang menarik yang tersedia. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja Buat Obat Sedih? Coba Cara Baru Lewat Emotional Budgeting!

Photo by Katie Harp on Unsplash ‘Aku Pantas Bahagia’ /Checkout Boneka Labubu/  ‘Capeknya.. Habis WFH 3 Jam.. Perlu order makanan viral nih!’ Kalau kamu pernah mengalami hal-hal diatas? Aku sih iya! Fenomena itu  tanpa sadar kita melakukan berkali-kali. Itu disebut sebagai emotional spending, belanja karena emosi, bukan kebutuhan. Sesekali sih nggak masalah. Tapi kalau jadi kebiasaan harian yang bikin dompet megap-megap di akhir bulan. Rethink it, bestie! Gimana sih caranya tetap kasih diri ini self reward dan dompet tetap sehat ? Jawabannya.. Emotional budgeting. Penasaran tentang Emotional Budgeting?  Tenang.. Artikel ini bakal bahas kenapa emotional budgeting itu penting, tanda kalau kamu udah perlu terapin, sampai cara praktis dan gampang untuk diaplikasikan ke pengelolaan keuanganmu.  Baca terus sampai habis yaa! Kenapa Emotion...

Senyum Lebar vs Senyum Kalem: Mana yang Lebih Menarik?

Photo by Zhuo Cheng you on Unsplash Setiap orang punya senyum dengan charm yang berbeda-beda. Mungkin senyum kelihatan gigi agar terkesan ceria atau senyum tanpa terlihat gigi berasa lagi senyum karir. Kamu pernah bandingin foto selfiemu yang seyum lebar dengan senyum kalem, kemudian mikir.. “Kok aku senyum kelihatan giginya agak memaksa ya?” “Senyum yang gak kelihatan gigi terlihat kalem sih.. Kayak berasa kaku banget.” Faktanya cara kamu senyum lebar kelihatan gigi dengan senyum kalem tanpa kelihatan gigi bisa punya vibe yang beda banget di mata orang lain. Kamu penasaran gak sih? Kenapa bisa gitu? Yuk, kita kulik bareng dari kata psikologi senyum di artikel ini! 

5 Cara Bangun Emergency Fund Buat Gen Z

Photo by Aconitum on Unsplash “Self-care itu me time & journaling.” Buat Gen Z, ini bukan cuma kalimat manis, tapi bentuk nyata peduli sama diri sendiri di tengah dunia yang makin ribet. Sayangnya, dari sekian banyak jenis self-care, masih jarang yang masukin financial care ke dalam daftar mereka. Padahal tekanan ekonomi, inflasi, dan hustle culture udah jadi realita sehari-hari. Menurut survei Bankrate (2023) , cuma 44% Gen Z yang punya emergency fund cukup buat tiga bulan ke depan. Artinya? Banyak yang sadar pentingnya, tapi belum mulai jalanin. Kalau kamu udah rutin journaling dan skincare-an, mungkin sekarang waktunya nambah satu list lagi aka bangun Emergency Fund buatmu Gen Z. Karena artikel ini bakal bahas 5 cara simpel yang bisa bantu kamu mulai dari sekarang. Gen Z Tahu Harus Nabung, Tapi Minim Eksekusi Gen Z sering disebut sebagai genera...

Kenalan Sama Cashless Anxiety Yang Bikin Cemas Para Gen Z

Photo by SumUp on Unsplash Dulu sebelum hangout bareng besti, pasti cek saldo e-wallet atau mobile banking dulu biar aman pas bayar. Belum lagi cek speed test internet supaya transaksi nggak lama. Bakalan deg-degan banget kalau pembayaran loading, apalagi antrean di belakang udah mengular.  Bagi Gen Z yang hidupnya udah bergantung sama pembayaran digital. Semua pembayaran dari parkir, jajan, sampai belanja kecil pun lewat smartphone.  Nah... dari sinilah awal munculnya cashless anxiety. Karena terbiasa merasa aman dengan  cashless , Gen Z jadi panik saat ketemu tempat yang cuma terima uang tunai. Jadi kebiasaan nanya dulu sebelum beli: “Bisa bayar pakai QRIS?” “Terima GOPAY, DANA, atau ShopeePay, nggak?” Perilaku ini bakal jadi tanda awal cashless anxiety.  Yuk kenalan sama cashless anxiety, kenapa bisa muncul, dampaknya sampai cara...

Kenapa Financial Anxiety Bisa Bikin KIta Capek Mental?

Photo by Nik on Unsplash Siapa nih yang udah mulai deg-degan tiap masuk minggu gajian? cek rekening,  cek e-mail,  cek mutasi bank, padahal cuma mau lihat apakah saldo masih aman atau ada cicilan yang tiba-tiba nongol. Kalau kamu sering ngerasain hal itu, mungkin itu  financial anxiety . Fenomena ini bikin kondisi pikiran kita terus membayangkan uang akan “hilang,” anggaran bakal jebol, atau status finansial tiba-tiba kacau. Masalahnya, semua itu sering kali cuma ada di kepala . Kalau dibiarkan, financial anxiety bisa bikin kamu capek duluan sebelum akhir bulan. Nah, artikel ini akan bahas kenapa kecemasan ini muncul, apa dampaknya, dan gimana cara praktis buat mengatasinya biar hidup (dan dompet) terasa lebih ringan. Yuk, lanjut baca 👇 Kenapa Financial Anxiety Bakal Bikin Kita Capek Mental? ...