Langsung ke konten utama

Ngidam Burger Kok Jadi Nostalgia?: 5 Comfort Food yang Bikin Momen Lama Terulang

 “I love burger! But veggie version! Nope, meat version is the best! I can’t resist to eat it, if someone put burger in front of me.”
Sekali gigitan burger dapat membangkitkan momen lama yang terulang
Photo by Jay Wennington on Unsplash

Tekstur roti yang renyah namun lembut di dalam dengan aroma smoky yang tipis dari proses panggang dalam waktu singkat.

Patty yang juicy dan berair dalam setiap kunyahan dapat menggugah selera siapa saja yang melihat nya. 

Pernahkah kamu mencium aroma burger panggang dan tiba-tiba teringat masa kecil? Atau mendengar bunyi bel sepeda dari abang-abang jualan aroma es krim vanila yang aromanya tak tertahankan dan suka lewat depan rumah kamu saat masih kecil? Sudah berlari dari dalam rumah dengan ancang-ancang teriak "Bang! Es Krim!" 😂

Makanan bukan sekedar bikin kenyang, namun momen di setiap makanan yang kita makan memiliki 'soul,' sehingga setiap makanan yang kamu makan memiliki arti dan peran dalam hidup kamu.

Bahkan, dalam ilmu psikologi, terutama psikologi makanan. Hal tersebut dibahas, fenomena tersebut dikenal sebagai "Proustian Memory Effect" 

Memangnya apa itu Proustian Memory Effect? 

Proustian Memory Effect

Proustian Memory Effect muncul dari cerita novel asal perancis dengan nama Marcel Proust. Beliau menceritakan dalam novelnya mengenai 'Involuntary memory' yang dideskripsikan sebagai memori yang mendadak muncul dikarenakan stimulus dari luar berupa aroma atau cita rasa. Kemudian istilahnya berubah dari 'Involuntary Memory' menjadi 'Proustian Memory Effect' untuk menghormati karya Marcel Proust.

Kalau dalam novel beliau, diceritakan sebuah karakter yang mendadak merasa bahagia mencium aroma kue mandeleine yang sedang direndam dengan teh bunga lemon yang sering dibuat oleh tante saat ia masih kecil. Memori indah mendatangi ingatan Marcel kecil dengan momen-momen yang menyenangkan dan menghangatkan. Pada saat itu, Marcel belum mengetahui jika pengalaman sensori bisa membangkitkan memori masa lalu, hingga setelah berabad-abad, para peneliti baru menemukan bahwa pengalaman sensori bisa men-'trigger' ke memori masa lalu melalui 'involuntary memory.'

Kalau Marcel Proust punya kue mandeliene dengan teh bunga lemon sebagai comfort food nya, kalau kamu, jenis makanan apa yang jadi comfort food kamu? 

Aku punya nih 5 daftar Comfort Food yang bikin kamu langsung nostalgia. Scroll terus ke bawah ya!

5 Comfort Food yang Bikin Momen Lama Terulang

1. Es Krim

    Siapa yang bisa menolak aroma vanila, cokelat, atau buah-buahan yang semerbak dari es krim, apalagi tekstur lembut nan manis dari es krim yang sukar untuk dicuekkin. 

Penggemar es krim juga tidak pandang bulu dan tanpa batas usia. Dari anak kecil, remaja, dewasa, bahkan kakek dan nenek pun akan menyukainya. Sebab memori masa lalu mengenai es krim akan terikat dengan masa-masa bermain dan menikmati momen kerbersamaan dengan keluarga maupun teman.

2. Kentang Goreng

    Jajanan sekolah dari SD, SMP, SMA, bahkan skala Universitas, akan ada abang-abang penjual kentang goreng. Entah kentang goreng original, atau di beri bumbu tambahan dengan berbagai rasa. Ada rasa keju, rasa jagung bakar, olesan saus tomat atau sambal, bahkan topping saus mayones dan daun parsley pun ada. 

Sensasi gurih, manis, pedas, dan renyah dari kentang goreng dapat memikat memori yang nyaman dan familiar. 

Kentang goreng yang dibeli di depan sekolah, memiliki momen bahagia, tertawa bersama teman, atau bahkan kejadian lucu yang bisa menggelitik diri sendiri. 

3. Burger Panggang

    Siapa nih kalau uang jajan dikasih pada awal bulan belinya jajanan mewah, bukan siomay, batagor atau cimol lagi. Burger yang dipanggang oleh abang-abang didepan sekolah punya rasa unik tersendiri. Walaupun nunggunya lama, tetap ditungguin sampai dapat.

Apalagi kalau ada teman ulang tahun, atau momen liburan bersama keluarga dengan makan-makan ke restoran. Burger menjadi pilihan terutama bagi mereka yang tumbuh kembangnya selalu terpapar makanan cepat saji.

Aroma patty yang dipanggang hingga minyak alami keluar dari setiap pori-pori dagingnya. Apalagi aroma smokey yang terbalur hingga keseluruh permukaan daging jadi alasan mengapa aroma daging panggang dapat membawa kita ke masa lalu.

4. Roti Isi Cokelat Meses

    Bekal roti isi cokelat meses sudah jadi salah satu bekal andalan bagi para ibu-ibu yang sibuk mengurus anak-anak nya berangkat sekolah.

Rasa gurih dari mentega, serta rasa manis dari cokelat meses yang ditaburi di atas lapisan mentega memang the best. Apalagi dibuatkan oleh ibu tercinta. Jadi ada MSG tambahan nih!

5. Mi Instan

    Ayo angkat tangannya, kalau dari masa kecil hingga sudah dewasa masih makan mi instan? Saya! 

Mi instan merupakan makanan andalan dan comfort food banget di setiap situasi. Mi yang kenyal, bumbu yang kaya akan gurih, manis, bahkan kaldu banget. Cara masaknya pun simpel, buka bungkus, rebus air, buka bungkus bumbu, masukkan mi ke air mendidih, mi matang, angkat dan aduk bersama bumbunya, siap dimakan. 

Segala musim pun mi instan is the best dari musim panas, mi instan goreng. Musim hujan, mi instan kuah pake potongan cabe rawit. Temen main ke rumah, mi instan goreng dengan topping sosis, sawi rebus dan tak lupa telur goreng mata sapi atau telur dadar. 

Bahkan bukan cuman musim aja, namun setiap momen lembur kerja, begadang ngerjain tugas, bahkan saat keuangan menipis, mi instan solusinya. Momen-momen seperti itu yang dirindukan oleh penggemar mi instan. Memori mengenai mi instan bukan hanya kesenangan dan tawa, namun situasi sulit, resah, dan berjuang untuk mendapatkan sesuatu juga bisa dikenang hanya dari makan mi instan. 

Jenis comfort food banyak dan bervariasi, bahkan setiap orang memiliki comfort foodnya sendiri.

Jadi, kenapa comfort food bisa begitu kuat membawa kita untuk nostalgia?

Menyajikan comfort food dengan foto sebagai wujud nostalgia dengan orang terkasih
Photo by Jovan Vasiljević on Unsplash

Setiap gigitan, tekstur, cita rasa, bahkan aroma nya memiliki 'magic' tersendiri dan bisa menyeret kita ke dalam memori-memori indah maupun penuh perjuangan hanya dari makanan. Es krim. kentang goreng, burger panggang, roti isi cokelat meses, dan mi instan hanyalah beberapa dari begitu banyak confort food yang ada. 

Hanya dari comfort food mampu membangkitkan suasana dan momen yang sama saat masa lalu hingga ke masa sekarang, bahkan efek kenyamanan sosial dari menyantap comfort food yang tidak kaleng-kaleng. 

Jadi, makanan apa yang paling membangkitkan memori indah dan memori perjuangan kamu hingga saat ini dalam hidupmu? 🥰🍔🎉

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja Buat Obat Sedih? Coba Cara Baru Lewat Emotional Budgeting!

Photo by Katie Harp on Unsplash ‘Aku Pantas Bahagia’ /Checkout Boneka Labubu/  ‘Capeknya.. Habis WFH 3 Jam.. Perlu order makanan viral nih!’ Kalau kamu pernah mengalami hal-hal diatas? Aku sih iya! Fenomena itu  tanpa sadar kita melakukan berkali-kali. Itu disebut sebagai emotional spending, belanja karena emosi, bukan kebutuhan. Sesekali sih nggak masalah. Tapi kalau jadi kebiasaan harian yang bikin dompet megap-megap di akhir bulan. Rethink it, bestie! Gimana sih caranya tetap kasih diri ini self reward dan dompet tetap sehat ? Jawabannya.. Emotional budgeting. Penasaran tentang Emotional Budgeting?  Tenang.. Artikel ini bakal bahas kenapa emotional budgeting itu penting, tanda kalau kamu udah perlu terapin, sampai cara praktis dan gampang untuk diaplikasikan ke pengelolaan keuanganmu.  Baca terus sampai habis yaa! Kenapa Emotion...

Senyum Lebar vs Senyum Kalem: Mana yang Lebih Menarik?

Photo by Zhuo Cheng you on Unsplash Setiap orang punya senyum dengan charm yang berbeda-beda. Mungkin senyum kelihatan gigi agar terkesan ceria atau senyum tanpa terlihat gigi berasa lagi senyum karir. Kamu pernah bandingin foto selfiemu yang seyum lebar dengan senyum kalem, kemudian mikir.. “Kok aku senyum kelihatan giginya agak memaksa ya?” “Senyum yang gak kelihatan gigi terlihat kalem sih.. Kayak berasa kaku banget.” Faktanya cara kamu senyum lebar kelihatan gigi dengan senyum kalem tanpa kelihatan gigi bisa punya vibe yang beda banget di mata orang lain. Kamu penasaran gak sih? Kenapa bisa gitu? Yuk, kita kulik bareng dari kata psikologi senyum di artikel ini! 

5 Cara Bangun Emergency Fund Buat Gen Z

Photo by Aconitum on Unsplash “Self-care itu me time & journaling.” Buat Gen Z, ini bukan cuma kalimat manis, tapi bentuk nyata peduli sama diri sendiri di tengah dunia yang makin ribet. Sayangnya, dari sekian banyak jenis self-care, masih jarang yang masukin financial care ke dalam daftar mereka. Padahal tekanan ekonomi, inflasi, dan hustle culture udah jadi realita sehari-hari. Menurut survei Bankrate (2023) , cuma 44% Gen Z yang punya emergency fund cukup buat tiga bulan ke depan. Artinya? Banyak yang sadar pentingnya, tapi belum mulai jalanin. Kalau kamu udah rutin journaling dan skincare-an, mungkin sekarang waktunya nambah satu list lagi aka bangun Emergency Fund buatmu Gen Z. Karena artikel ini bakal bahas 5 cara simpel yang bisa bantu kamu mulai dari sekarang. Gen Z Tahu Harus Nabung, Tapi Minim Eksekusi Gen Z sering disebut sebagai genera...

Kenalan Sama Cashless Anxiety Yang Bikin Cemas Para Gen Z

Photo by SumUp on Unsplash Dulu sebelum hangout bareng besti, pasti cek saldo e-wallet atau mobile banking dulu biar aman pas bayar. Belum lagi cek speed test internet supaya transaksi nggak lama. Bakalan deg-degan banget kalau pembayaran loading, apalagi antrean di belakang udah mengular.  Bagi Gen Z yang hidupnya udah bergantung sama pembayaran digital. Semua pembayaran dari parkir, jajan, sampai belanja kecil pun lewat smartphone.  Nah... dari sinilah awal munculnya cashless anxiety. Karena terbiasa merasa aman dengan  cashless , Gen Z jadi panik saat ketemu tempat yang cuma terima uang tunai. Jadi kebiasaan nanya dulu sebelum beli: “Bisa bayar pakai QRIS?” “Terima GOPAY, DANA, atau ShopeePay, nggak?” Perilaku ini bakal jadi tanda awal cashless anxiety.  Yuk kenalan sama cashless anxiety, kenapa bisa muncul, dampaknya sampai cara...

Kenapa Financial Anxiety Bisa Bikin KIta Capek Mental?

Photo by Nik on Unsplash Siapa nih yang udah mulai deg-degan tiap masuk minggu gajian? cek rekening,  cek e-mail,  cek mutasi bank, padahal cuma mau lihat apakah saldo masih aman atau ada cicilan yang tiba-tiba nongol. Kalau kamu sering ngerasain hal itu, mungkin itu  financial anxiety . Fenomena ini bikin kondisi pikiran kita terus membayangkan uang akan “hilang,” anggaran bakal jebol, atau status finansial tiba-tiba kacau. Masalahnya, semua itu sering kali cuma ada di kepala . Kalau dibiarkan, financial anxiety bisa bikin kamu capek duluan sebelum akhir bulan. Nah, artikel ini akan bahas kenapa kecemasan ini muncul, apa dampaknya, dan gimana cara praktis buat mengatasinya biar hidup (dan dompet) terasa lebih ringan. Yuk, lanjut baca 👇 Kenapa Financial Anxiety Bakal Bikin Kita Capek Mental? ...