Langsung ke konten utama

Apakah Benar Makan Cokelat Hitam bisa Meredakan Sakit Kepala? Yuk, Eksplor!

Cokelat hitam batang di atas permukaan datar yang bisa membantu meredakan sakit kepala
Photo by Simone van der Koelen on Unsplash

“Cokelat hitam bisa redakan sakit kepala loh.”

Klaim ini sering dianggap cuma omongan belaka, tapi ternyata ada penelitian yang mendukung potensi manfaatnya.

WHO menyebut bahwa lebih dari 40% populasi dunia mengalami headache disorders (gangguan sakit kepala), bukan hanya sakit kepala ringan. 

Studi The Lancet Neurology (2025) juga memperkirakan pada tahun 2023 ada sekitar 2,9 miliar orang yang hidup dengan gangguan sakit kepala.

Menariknya, studi PubMed (2014) menunjukkan bahwa cokelat hitam bisa memberi efek menenangkan dikarenakan ada kandungan flavonoid dan mineral.

Kandungan tersebut yang membantu tubuh lebih rileks, sehingga stres menurun dan sakit kepala ikut mereda.

Nah, di artikel ini kita akan eksplor dari sisi ilmiah:

• apa hubungan cokelat hitam dengan sakit kepala,

• bagaimana flavonoid & magnesium bekerja,

• siapa yang cocok dan siapa yang perlu hati-hati,

• serta batas aman konsumsi harian.

Penasaran? Scroll sampai habis ya!

Bagaimana Cokelat Hitam dapat Mengurangi Sakit Kepala?

Ada empat tahap utama bagaimana cokelat hitam bekerja untuk membantu meredakan sakit kepala:

1. Kunyah dan Serap Tahap Awal

Saat kamu mengunyah cokelat hitam, senyawa aktif seperti kafein, flavonoid, theobromine, dan magnesium mulai dilepaskan. Indera perasa menangkap rasa manis dan pahit, yang kemudian mengirimkan sinyal ke otak untuk melepaskan endorfin — hormon kebahagiaan yang membantu tubuh merasa rileks.

2. Proses Pencernaan di Lambung

Setelah ditelan, cokelat hitam mencapai lambung, di mana senyawa-senyawa tadi dipecah menjadi molekul lebih kecil. Molekul ini kemudian disiapkan untuk diserap tubuh.

3. Penyerapan di Usus Halus

Di usus halus, senyawa aktif dari cokelat hitam mulai diserap lebih dalam. Proses ini memastikan bahwa tubuh mendapatkan manfaat optimal dari nutrisi tersebut.

4. Aliran Darah Hingga ke Otak

Kafein, theobromine, dan endorfin dialirkan melalui darah ke otak. Senyawa ini bekerja bersama untuk mengurangi tekanan pada saraf dan memberikan efek relaksasi yang mengurangi intensitas sakit kepala.

Keuntungan lain jika mengonsumsi secara rutin terhadap kesehatan.

- Dampak Baik pada Jantung

Flavonoid pada Cokelat Hitam membantu meningkatkan elastisitas pembuluh darah, menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kolesterol baik serta mengurangi kolesterol jahat, sehingga mengurangi penyakit jantung. 

- Mempengaruhi Kerja Otak

Cokelat hitam juga membantu meningkatkan kerja memori dan membantu proses menerima informasi. 

- Less Stress High Good Mood

Dengan adanya endorfin saat memakan cokelat hitam yang membuat relaksasi tubuh dan mengurangi tekanan pada saraf di otak. Hal tersebut membuat tingkat stres menurun dan suasanai hatipun akan lebih baik. 

Apakah Kamu Sudah Coba?

Cokelat hitam ternyata punya banyak manfaat, ya! Kalau kamu sering sakit kepala, coba deh konsumsi cokelat hitam sebagai alternatif. Tapi ingat, tetap konsumsi dalam jumlah moderat agar manfaatnya terasa tanpa efek samping.

Kalau kamu, apakah pernah memakan cokelat hitam untuk meredakan sakit kepala? Atau kamu punya cara lain? Share pengalamanmu di kolom komentar, yuk!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja Buat Obat Sedih? Coba Cara Baru Lewat Emotional Budgeting!

Photo by Katie Harp on Unsplash ‘Aku Pantas Bahagia’ /Checkout Boneka Labubu/  ‘Capeknya.. Habis WFH 3 Jam.. Perlu order makanan viral nih!’ Kalau kamu pernah mengalami hal-hal diatas? Aku sih iya! Fenomena itu  tanpa sadar kita melakukan berkali-kali. Itu disebut sebagai emotional spending, belanja karena emosi, bukan kebutuhan. Sesekali sih nggak masalah. Tapi kalau jadi kebiasaan harian yang bikin dompet megap-megap di akhir bulan. Rethink it, bestie! Gimana sih caranya tetap kasih diri ini self reward dan dompet tetap sehat ? Jawabannya.. Emotional budgeting. Penasaran tentang Emotional Budgeting?  Tenang.. Artikel ini bakal bahas kenapa emotional budgeting itu penting, tanda kalau kamu udah perlu terapin, sampai cara praktis dan gampang untuk diaplikasikan ke pengelolaan keuanganmu.  Baca terus sampai habis yaa! Kenapa Emotion...

Senyum Lebar vs Senyum Kalem: Mana yang Lebih Menarik?

Photo by Zhuo Cheng you on Unsplash Setiap orang punya senyum dengan charm yang berbeda-beda. Mungkin senyum kelihatan gigi agar terkesan ceria atau senyum tanpa terlihat gigi berasa lagi senyum karir. Kamu pernah bandingin foto selfiemu yang seyum lebar dengan senyum kalem, kemudian mikir.. “Kok aku senyum kelihatan giginya agak memaksa ya?” “Senyum yang gak kelihatan gigi terlihat kalem sih.. Kayak berasa kaku banget.” Faktanya cara kamu senyum lebar kelihatan gigi dengan senyum kalem tanpa kelihatan gigi bisa punya vibe yang beda banget di mata orang lain. Kamu penasaran gak sih? Kenapa bisa gitu? Yuk, kita kulik bareng dari kata psikologi senyum di artikel ini! 

5 Cara Bangun Emergency Fund Buat Gen Z

Photo by Aconitum on Unsplash “Self-care itu me time & journaling.” Buat Gen Z, ini bukan cuma kalimat manis, tapi bentuk nyata peduli sama diri sendiri di tengah dunia yang makin ribet. Sayangnya, dari sekian banyak jenis self-care, masih jarang yang masukin financial care ke dalam daftar mereka. Padahal tekanan ekonomi, inflasi, dan hustle culture udah jadi realita sehari-hari. Menurut survei Bankrate (2023) , cuma 44% Gen Z yang punya emergency fund cukup buat tiga bulan ke depan. Artinya? Banyak yang sadar pentingnya, tapi belum mulai jalanin. Kalau kamu udah rutin journaling dan skincare-an, mungkin sekarang waktunya nambah satu list lagi aka bangun Emergency Fund buatmu Gen Z. Karena artikel ini bakal bahas 5 cara simpel yang bisa bantu kamu mulai dari sekarang. Gen Z Tahu Harus Nabung, Tapi Minim Eksekusi Gen Z sering disebut sebagai genera...

Kenalan Sama Cashless Anxiety Yang Bikin Cemas Para Gen Z

Photo by SumUp on Unsplash Dulu sebelum hangout bareng besti, pasti cek saldo e-wallet atau mobile banking dulu biar aman pas bayar. Belum lagi cek speed test internet supaya transaksi nggak lama. Bakalan deg-degan banget kalau pembayaran loading, apalagi antrean di belakang udah mengular.  Bagi Gen Z yang hidupnya udah bergantung sama pembayaran digital. Semua pembayaran dari parkir, jajan, sampai belanja kecil pun lewat smartphone.  Nah... dari sinilah awal munculnya cashless anxiety. Karena terbiasa merasa aman dengan  cashless , Gen Z jadi panik saat ketemu tempat yang cuma terima uang tunai. Jadi kebiasaan nanya dulu sebelum beli: “Bisa bayar pakai QRIS?” “Terima GOPAY, DANA, atau ShopeePay, nggak?” Perilaku ini bakal jadi tanda awal cashless anxiety.  Yuk kenalan sama cashless anxiety, kenapa bisa muncul, dampaknya sampai cara...

Kenapa Financial Anxiety Bisa Bikin KIta Capek Mental?

Photo by Nik on Unsplash Siapa nih yang udah mulai deg-degan tiap masuk minggu gajian? cek rekening,  cek e-mail,  cek mutasi bank, padahal cuma mau lihat apakah saldo masih aman atau ada cicilan yang tiba-tiba nongol. Kalau kamu sering ngerasain hal itu, mungkin itu  financial anxiety . Fenomena ini bikin kondisi pikiran kita terus membayangkan uang akan “hilang,” anggaran bakal jebol, atau status finansial tiba-tiba kacau. Masalahnya, semua itu sering kali cuma ada di kepala . Kalau dibiarkan, financial anxiety bisa bikin kamu capek duluan sebelum akhir bulan. Nah, artikel ini akan bahas kenapa kecemasan ini muncul, apa dampaknya, dan gimana cara praktis buat mengatasinya biar hidup (dan dompet) terasa lebih ringan. Yuk, lanjut baca 👇 Kenapa Financial Anxiety Bakal Bikin Kita Capek Mental? ...